“Ooh, Mas Dion ... Dara sayang kamu, Mas ...” rintih gadis itu dengan napas terengah. Dengan lembut, lelaki itu terus mengecupi d**a gadis itu yang kini menjadi terbuka setelah melemparkan begitu saja lapisan penutupnya dalam cumbu rayu mereka yang menjadi semakin panas. Keduanya berada di atas sofa lembut nyaman di apartemen Dion pada sore keesokan hari setelah kepulangannya dari rumah orang tua. Dara yang telah menyusun rencana pertemuan, datang ke apartemen laki-laki yang pernah memberikan sebuah pengalaman luar biasa untuk pertama kali baginya. Tak puas dengan posisi mereka yang sama-sama bersandar, Dion mengangkat tubuh Dara dan memposisikan sang gadis yang kini hanya tinggal mengenakan pakaian bawah dan penutup d**a saja ke atas pangkuannya. Kini, sang lelaki lebih leluasa lag

