Diam diam Xia membuntuti Marvel.

1049 Kata
"Gimana kerjaan kamu hari ini?" tanya Marvel. "Seperti biasa mas, kerjaan cukup banyak tapi its oke, semuanya baik baik aja, aku menikmatinya seperti biasa." "Syukurlah, kamu memang hebat." Keduanya berada didepan rumah kos dara, dengan keduanya duduk dikap mobil, para tetangga rumah tak mengatahui hubungan keduanya dan memang para tetangga disana tak perduli, jika tidak menyangkut dirinya bukan urusannya. Obrolan keduanya ditemani cemilan yang sebelumnya Marvel beli dijalan. Hingga beberapa saat kemudian ditengah obrolannya tak sengaja Marvel menatap kearah pojok samping alfamart yang tidak jauh dari mereka duduk. Seperti dia mengenal mobil itu, dia tak terang terangan melihat kearah itu namun setelah beberapa kali dilihat ternyata benar, itu adalah mobil Xia dan samar samar dia melihat siluet orang yang ada didalamnya. Marvel tersenyum miring, ternyata diam diam Xia yang memiliki ego tinggi itu membuntutinya sampai kerumah kekasihnya? Sebenarnya apa yang ingin dia lihat dan harapkan?. "Kamu kedinginan?" Tanya Marvel sembari mengusap rambut Dara dengan lembut, Dara yang mendengar perhatian itu tersenyum malu malu dan mengangguk. Marvelpun segera melepaskan jasnya dan memakaikan pada Dara. Keduanya kembali ngobrol banyak hal, sesekali Marvel melakukan skinship seperti mengelus pipi Dara membenarkan rambutnya sampai mencium tanganya dengan mesra. Hingga tanpa dirasa jam sudah menunjukan angka 10 malam, cemilan yang tadi untuk menemani merekapun kini telah ludes habis. "Aku pulang dulu yah? Kalau ada apa apa hubungin aku" Kata Marvel dengan lembut sembari mengusap rambut lembut dara , Darapun tersenyum dan mengangguk. Keduannya turun dan Dara melepaskan jasnya untuk diberikan kembali pada Marvel. "Mas juga hati hati, jaga diri sama jaga hati." "Tentu sayang" Setelah mengantar Dara sampai didepan pintu Marvel kambali menuju mobilnya, dia menoleh ketempat tadi mobil Xia berada, namun sudah tidak ada sepertinya wanita itu sudah pulang setelah mengetahui dia turun tadi. Marvelpun segera melajukan mobilnya pulang, sesampainya digarasi mobil Xia sudah terparkir rapi disana. Sesampainya dikamar dia mendapati Xia yang duduk santai sembari memainkan ponsel, dia mengalihkan pandangannya kearah Marvel sesaat. "Baru pulang?" Marvel tak menjawab hanya menaikkan sebelah alisnya lalu berlalu kekamar, mandi untuk membersihkan diri, melihat kelakuan Marvel membuat Xia lagi lagi menghela nafasnya. Memang, dia sering kali membuntuti Marvel ketika sudah jam kantor selesai dan suaminya itu tak kunjung pulang, dan benar saja dugaannya marvel pasti ke tempat Dara. Perlakuan Marvel ke Dara cukup mengusiknya, Marvel manis dan begitu romantis dengan Dara namun padanya, jangankan bersikap manis, bersikap baik saja jarang, sering kali dia diabaikan diacuhkan padahal sebelumnya dia yang selalu begitu terhadap semua orang. Beberapa saat menunggu, Marvel akhirnya keluar juga seperti biasa dengan wajah lebih segar sehabis mandi. Marvel segera naik keatas ranjang dengan setengah tiduran sembari memainkan ponselnya, ada beberapa berkas yang harus dia urus untuk nantinya dia kirimkan kedean. Xia segera mendekat, bahkan wanita itu dengan berani langsung masuk kedalam lingkaran tangan Marvel yang memegang ponsel membuat pria itu terkejut. "Ngapain sih?" Marvel mencoba melepaskan Xia namun wanita itu memeluknya terlalu erat membuat Marvel menghela nafasnya dengan kasar. Kesal dengan sikap seenaknya Xia. Melihat kepasrahan yang Marvel tunjukan, entah memang menerima atau malas berdebat yang terpenting Marvel tak menolak, diapun membalikan tubuhnya melihat apa yang marvel kerjakan. "Oh tugas dari Dean." Lagi lagi Marvel tak menjawab dan asik mengoreksi berkas data diponselnya dengan teliti. "Marvel, angkamu kurang 1" Beritahu Xia sembari menunjuk deretan angka yang tadi dicek Marvel, pria itu mengerjab beberapa kali melihat tingah Xia lalu melihat dengan teliti apa yang dikatakan Xia dan benar saja ada satu angka yang kurang. "Marvel kamu kebanyakan ngasih Nol nya, gimana si" Xia menggeruti tanpa disadari, membuat Marvel yang sejak tadi diam diam sedikit gugup menjadi jengkel juga dengan kecerewetan wanita itu namun anehnya dia cukup menikmati senyum nyaman wanita itu ketika mendekapnya. "Anda tidak tidur?" "Nggak sebelum suamiku juga tidur." Marvel berdehem beberapa kali mendengar Xia menyebutnya suami, padahal sekalipun Marvel tak pernah mengakui dan menyebut jika Xia istrinya diam diam dia sedikit merasa bersalah. "Kenapa anda tetap bertahan?" Xia yang awalnya menatap ponsel Marvel berbalik dan menatap Marvel dengan mata kucingnya, terlihat tulus nyaris membuat Marvel tenggelam bersamanya. Pernikahan mereka sudah berjalan 2 bulan lamanya, namun Marvel masih saja bersikap keras dan ketus pada Xia, namun sepertinya Xia tak menghiraukan itu buktinya sampai saat ini jika hanya berdua saja dengan Marvel dia tetap bersikap manja dan menggemaskan. "Karna aku cinta sama suamiku" Xia menjawab lirih sembari mengusap pipi Marvel sayang. "Kenapa cinta sama saya, diluar sana banyak yang mengejar anda bahkan ada yang rela menjadi simpanan meskipun anda telah bersuami," Xia mengindikan bahunya dan malah menenggelamkan wajahnya sembari memeluk tubuh Marvel dengan hangat. "Gak tau, cinta kan buta." Marvel sedikit heran dengan tingkah Xia yang sangat berbeda 100% jika diluar, pernah sekali dia melihat betapa galaknya Xia terhadap karyawannya yang merusak gaun ran cangannya bahkan dipecat saat itu juga dia juga pernah menampar pria yang menggodanya dan mengajaknya kehotel untuk bersenang senang. Namun jika hanya berdua Xia seperti orang yang beda, entah itu perasaannya saja atau memang dia benar benar tulus mencintainya saja. Beberapa kali Marvel jg mendapati luka yang diplester dijari Xia setelah masak, namun sampai saat ini belum sekalipun dia mencicipi masakan yang Xia buat. Dan akhir akhir ini dia membiarkan tingkah Xia yang selalu ingin bergelendot manja dengannya, karnapun dia sudah lelah mengusir dari dengan perilaku yang terbilang kasar juga perkataan yang tidak lembut sama sekali. Marvel menatap wajah damai Xia ketika dia menunduk, bulu mata wanita cantik itu lentik, kulitnya pun seputih pualam dan hanya melihatnya saja Marvel sudah bisa menebak jika kulit itu terasa lembut. Baru saja tangannya akan diangkat untuk membelai pipi putih itu suara dering membuyarkan lamunannya. Dia mengusap wajahnya dan merutuk niatnya tadi. Hingga ketika dia mengangkat ponselnya dia melihat panggilan masuk dari kekasihnya. Dara Dia mencoba bangkit, namun dekapan Xia cukup erat hingga membuat Marvel cukup kewalahan karna posisi mereka juga cukup ambigu. "Saya tau anda belum tidur. saya mau angkat telfon bisa lepaskan?" Ditengah tidurnya Xia menggeleng, membuat Marvel mengusap wajahnya frustasi hingga karna kelamaan tak diangkat panggilannya pun mati. Namun tak lama kemudian, Dara kembali menelfon namun kali ini marvel tak ingin Dara menunggu lagi, dia mengangkat Xia sekuat tenaga dan memindahkan Xia disampingnya membuat Xia mencebik dengan raut kesal. Hingga ketika Marvel baru saja menggeser tombol hijau ide jail Xia muncul. Dia mendekap Marvel dari belakang dan berbicara tepat didepan ponsel Marvel yang akan diangkat kekepala. "Ahhhh Marvel pelan pelan, sakit Euughhh...."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN