Serenity Apartment
"Ini kopi hangat untukmu, aku ucapkan sekali lagi terima kasih," ucap Kim di dalam apartemennya bersama Roger.
"Aku juga berterima kasih, akhirnya aku bisa menemukan sebuah tempat tinggal sementara," Balas Roger meneguk kopinya.
"Kau sendirian?" Tanya Kim merapikan rambut.
"Yaa,"
"Aku harus kembali ke apartemen ku, lagipula kita kan bersebelahan, kau istirahat saja," ucap Roger berdiri.
"Tunggu," Kim menahan tubuh Roger.
"Aku masih ingin bertanya lebih tentangmu, bisakah kau menemaniku," ucap Kim menunjukan wajahnya yang sedih.
"Ini sudah malam Kim, lagipula kita juga baru mengenal," cela Roger hendak melepas tangan Kimberly.
"Ayolah! Temani aku sebentar saja, hanya untuk mengobrol," rayu Kimberly mengelus bahu Roger.
"Maaf aku harus kembali ke kamarku," ucap Roger dan pergi meninggalkan Kimberly terdiam di kamar.
"Sial, mengapa dia menolak ku? Setiap lelaki yang aku dapati selalu patuh dengan perintah ku, tapi mengapa ini begitu lain," batin Kim yang hanya melihat punggung Roger.
"Tidak... Ini penghinaan, seorang Kim tidak pernah tertolak dengan kecantikannya, sial... Kau akan menjadi milikku, dan aku akan mengambil semua uangmu, beraninya kau menolak wanita secantik diriku," ucap Kim berbicara sendiri.
Drt... Drt... Drt ponsel Kim berbunyi.
"Kim, kau harus kembali bekerja, banyak pelanggan mu mencarimu," ucap Carol sangat berisik karena ia berada di dalam tempat karaoke dan bar.
"Besok saja Carol, aku sedang tidak enak badan," balas Kim dan mematikan ponsel.
Ya, Kim adalah seorang penyanyi cafe dan bar, dia hidup di tengah-tengah para p*****r disana, tapi Kim sama sekali belum melakukan hubungan seks dengan pria manapun, karena Kim hanya ingin mengambil uang para pria yang di temani, bukan menjual tubuhnya.
Kim bekerja hanya menemani pria karaoke, jika hanya sekedar berciuman mungkin itu adalah hal biasa bagi Kim, dan untuj prinsip tidak menjual tubuhnya Kim benar-benar menjaga itu semua.
Banyak pria yang menawar harga tinggi untuk keperawanan nya, tapi tidak, Kim sama sekali tidak ingin melakukan hubungan seks tanpa adanya rasa cinta.
Di sisi lain...
Roger menyalakan televisi di apartemen nya, ia memakan sup ayam hangat yang sudah ia pesan sebelumnya.
"Tidak Roger, kau tidak boleh terpancing dengan semua ini, kau tidak bisa menyakiti wanita, kau tidak bisa mempermainkan wanita lagi," ucap Roger mengingat perlakuan Kim padanya, jika saja Roger tidak berubah, mungkin yang terjadi Roger sudah meniduri tubuh Kim habis-habisan, entah dengan cara apapun itu, bahkan dengan cara paksaan.
Usai memakan sup hangat, Roger menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang begitu gerah, ia menyirami seluruh tubuhnya dengan percikan shower di atas.
Sesudah membersihkan tubuhnya, Roger memakai kaos putih dengan celana boxer, ia membuka laptop dan melihat beberapa info tentang bisnis restauran yang sudah ia bangun jauh-jauh hari.
Roger telah menyerahkan seluruh tanggung jawab bisnis restauran itu pada tangan kanannya.
"Fellix, bagaimana? Apakah semua berjalan baik-baik saja disana?" Tanya Roger menelpon Fellix.
"Roger, kau tenang saja, seluruh bisnismu aman di tanganku, customer di sini begitu ramai, kau tidak perlu takut itu," ucap Fellix di dalam restauran milik Roger yang berposisi sebagai Manager.
Roger Tersenyum mendengar kabar gembira itu, "terima kasih Fellix, aku juga akan melihat beberapa tempat disini, jika memungkinkan untuk membuka baru, aku akan membuka nya disini," balas Roger.
"Baiklah Roger, nikmati saja masa liburan mu, serahkan semuanya padaku, oh.. yaa.. untuk laporan omset bulan ini, aku akan segera mengirim nya via email," balas Fellix.
"Terima kasih Fellix,"
"Aku sangat berterima kasih padamu Roger, kau sudah mempercayakan semuanya padaku," balas Fellix begitu gembira.
_______________**********________
Hai gayss..
Pelan-pelan yaaa..
Cerita ini bakal fast update kok..
Ig: Hes_Re