Bagian 11 : Kisah

2773 Kata

Aidya menatap pasangan beda usia yang pagi ini tengah terlihat sibuk berargumentasi dari meja makannya. Mengunyah roti berisi selai nanasnya, Aidya tidak habis pikir kenapa setiap pagi dia harus disuguhi pemandangan seperti itu; mulanya saling berdebat dengan kata akhirnya akan saling melumat penuh gaya. Tak habis pikir Aidya putranya sangat antusias sekali menyentuh gadis berusia tujuh belas tersebut. "Ah, ya ampun... bahkan Ley sudah bukan gadis lagi." Aidya bergumam sendiri. "Ibu mau tambah teh hijaunya?" Mbok Haryu datang dengan setumpuk pakaian dalam keranjang yang akan dibawa ke tempat menyuci di belakang. "Eh, enggak usah, mbok. Saya sudah kenyang." kenyang melihat adegan kemesraan. Aidya meringis dalam hati. Dulu dia juga pernah sebahagia dan excited begitu layaknya pasangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN