Dean measukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu kembali menatap dua bocah yang tengah berjalan di depannya, yang sedang memperdebatkan sesuatu dengan serunya. Sedangkan si bungsu berjalan beriringan dengannya, lebih memilih untuk memperhatikan kelap-kelip lampu hias yang di pasang sepanjang pagar pembatas, dari pada ocehan dua saudaranya yang lain. Mereka meluncur mulus membelah keramaian mall sore itu. Setiap mata tertuju kepada ketiganya, tak terkecuali pada si tampan yang mengawasi ketiga adiknya sambil memperhatikan sekeliling, menikmati suasana dan momen hangout sore ini. Saat sedang asyik-asyiknya menikmati pertunjukkan acoustic yang sedang berlangsung, sebuah teriakan nyaring high pitched terdengar, membuat sang abang mendecak malas. Dia menoleh, mengecek, siapakah yang kali in
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


