BELENGGU Bab 39 Aksa menatap Jovanca, wanita itu menyesap kopinya perlahan, terlihat begitu menikmati aroma yang masih menguar di udara. "Kenapa menatapku begitu?" Tanya Jovanca. Masih menikmati kopinya. "Apa kau sudah memikirkan semua itu matang-matang? Apa kau yakin, jika bayi itu anak Demian?" Tanya Aksa "Sebenarnya, aku tidak yakin. Tapi, Demian bersikeras dalam membela wanita itu, dia sama sekali tidak peduli dengan penjelasanku, apa yang sudah kukatakan padanya. Dia justru melukai perasaanku. Sekarang, untuk apa aku mempertahankan pria yang sudah tidak mencintaiku lagi?" Jawab Jovanca dengan wajah sedih. "Aku mengerti, kau sudah mengambil keputusan yang tepat, Jovanca. Sekalipun aku tahu, itu sangat berat bagimu. Aku juga sudah lama melepaskan perasaan itu, tapi sepertinya,

