BELENGGU BAB 33 Lentera itu masih menyala, sekalipun cahayanya mulai redup. Jovanca berjalan dengan langkah gontai, perlahan masuk ke dalam rumahnya. Dilihatnya Demian duduk di ruang tamu, dengan sekotak tart di hadapannya. Pria itu tersenyum, segera dibukanya kotak itu dan mengeluarkan isinya, mengambilnya sepotong, lalu meletakkannya di atas piring kecil. Jovanca yang masih berdiri, hanya menatap Demian dan semua yang dilakukannya. Pria itu kemudian mengambil gelas, dan menuang anggur. “Jovanca, aku membeli tart kesukaanmu. Maukah kau makan bersamaku?” tanya Demian dengan senyum di wajahnya. Jovanca mengangguk, kemudian duduk di samping Demian, mengambil tart itu dan memotongnya sedikit. Ia tahu, kue ini begitu manis namun entah mengapa, kali ini rasanya begitu hambar. “Jov

