Bab 33

1071 Kata

BELENGGU BAB 33   Lentera itu masih menyala, sekalipun cahayanya mulai redup.   Jovanca berjalan dengan langkah gontai, perlahan masuk ke dalam rumahnya. Dilihatnya Demian duduk di ruang tamu, dengan sekotak tart di hadapannya. Pria itu tersenyum, segera dibukanya kotak itu dan mengeluarkan isinya, mengambilnya sepotong, lalu meletakkannya di atas piring kecil. Jovanca yang masih berdiri, hanya menatap Demian dan semua yang dilakukannya. Pria itu kemudian mengambil gelas, dan menuang anggur. “Jovanca, aku membeli tart kesukaanmu. Maukah kau makan bersamaku?” tanya Demian dengan senyum di wajahnya. Jovanca mengangguk, kemudian duduk di samping Demian, mengambil tart itu dan memotongnya sedikit. Ia tahu, kue ini begitu manis namun entah mengapa, kali ini rasanya begitu hambar. “Jov

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN