BELENGGU Bab 17 Pagi itu, kabut turun lebih rendah. Awan mendung bergayut, diiringi gerimis yang membasahi kaca mobil Jovanca. Wanita itu melajukan mobilnya dengan perlahan, melewati jalanan kecil nan licin. Jovanca membuka kaca jendela mobilnya, sejenak menghirup udara yang membawa aroma tanah basah. Semalam, Jovanca tidak tidur dengan nyenyak. Sekalipun, Demian memeluknya sepanjang malam itu. Namun, ada perasaan yang terasa menganjal di hatinya. Tidak biasa, Demian terjaga di tengah malam, hanya untuk meneguk segelas anggur. Tidak biasa pula, ia membiarkan Jovanca pulang naik bus, demi pekerjaannya. Demian yang ia kenal, selalu berusaha mendahulukan dirinya, dibanding apapun juga. Dan ketika melihat para model itu, rasa cemburu kerap meliputi hati Jovanca. Mereka masih muda, can

