Sesampainya di kantor, matanya mencari ke dalam ruangan atasan s***h kekasihnya itu. Namun, ia tampaknya belum datang padahal ini sudah mulai jam kerja. Dengan kecewa Tif kembali ke mejanya dan mulai menyusun pekerjaan yang akan ia kerjakan hari ini. Ia melihat berkas yang sudah ditumpuk dengan rapi oleh Anton Jumat lalu di atas mejanya. Tangannya membuka berkas paling atas dan dengan seketika keningnya berkerut. Tif lalu menghampiri meja Anton, pria yang sedang asik menyantap sarapannya itu mendongak ketika Tif berada di depan mejanya. “Divisi marketing ngajuin untuk bikin promo lagi?” Tanyanya tanpa basa-basi. Anton dengan mulut penuh makanan mengangguk dan menjawab. “Iya. Katanya udah di acc sama Pak Gilang.” Tif berdecak kesal, perusahaan macam apa yang mengadakan promo hampir sebu

