Sepanjang perjalanan pulang Tif mengetukan jarinya di jendela mobil sambil berpikir keras. Apa yang menyebabkan Regan bersikap seperti orang sakit jiwa seperti semalam dan tadi siang di kantor. Mungkinkah ia memiliki kepribadian ganda seperti yang sering ia baca di novel karangan penulis favoritnya? Karena rasanya tidak mungkin pria itu berubah secepat kilat jika ia tidak memiliki penyakit bipolar atau sejenisnya. Bahkan hari ini pria itu tidak menunggunya pulang bersama, dia meninggalkan kantor sebelum jam kerja berakir. Tif menepuk jidatnya karena baru teringat sesuatu. “Ah, jangan-jangan ini karena gue pulang di antar Ridho sabtu malam lalu.” Tif berbicara pada dirinya sendiri. “Gimana mba?” Sang sopir taksi kebingungan karena dia tiba-tiba berbicara. “Eh, engga pak. Saya lagi ngomon

