“Oh, jadi Pak Cakra masih mau berkeliling? Kalau begitu biar saya-” “Kalau boleh, biar Naira saja yang menemani saya. Anda kembali dulu ke kantor tidak papa, kan?” Naira dan Pak Gery sontak terperanjat mendengar ucapan Cakra. Padahal, awalnya Pak Gery berencana menawarkan diri untuk menemani Cakra berkeliling, karena merasa bertanggung jawab atass proyek di sini. “Kalau Anda masih ingin berkeliling, saya bisa temani, Pak. Supaya kalau ada sesuatu yang kurang, bisa Anda sampaikan langsung pada saya,” ucap Pak Gery. “Nggak perlu. Bukannya Naira juga sudah cukup paham, kan, sama progres proyeknya? Biar nanti dia yang jelaskan, sekaligus mencatat jika ada komentar dari saya. Pak Gery juga pasti masih punya pekerjaan di kantor. Jadi nggak perlu repot-repot,” tolak Cakra. Merasa tidak enak

