Ara masih sibuk mencari kerang. Fira pun demikian. Nesa sendirian sibuk menurunkan peralatan yang akan dipakai temannya. “Nih, sudah semua ya. Tenda, frame, flysheet, pasak, nesting, sleeping bag.” “Sip.” “Ara ngomel tahu gak. Gara – gara kontur jalannya masih makadam. Dia kebangun dan gak bisa tidur lagi.” “Oh ya? Lucu gitu ya dia kalau ngomel?” “Lucu? Lucunya dia kalau ngomel tuh cuma menurutmu.” “Hahaha. Ya gimana lagi dong.” “Dasar Bucin.” “Disebelah mana?” “Tuh, tendaku disana. Mana temanmu?” “Masih ke toilet.” “Ooh, aku ke mereka lagi ya. Langsung pasang saja disana tendanya.” Ucap Nesa sambil menunjuk sebelah tenda miliknya. “Oke. Ara sudah tahu belum?” “Belum. Tenang saja.” Jawab Nesa sambil berlalu. Mereka bertiga menikmati deburan ombak yang menghantam

