Lindsey menatap suaminya yang berbaring dengan mata terpejam. Lelaki ini sangat lembut ketika tidur. Seolah-olah tak menunjukkan kekerasan ambisi yang ia miliki. Seolah-olah tak menunjukkan sisi lain yang ia sembunyikan. Terkadang, ada rasa kerinduan yang Lindsey rasakan setiap kali ia menatap suaminya. Sisi hatinya yang terdalam masih sangat bergantung pada Darrel. Dia tak munafik. Lelaki itu memang sangat istimewa. Perlahan, tangan Lindsey terarah pada wajah suaminya. Dia menyentuh pelan sisi wajah Darrel dan merasakan kenyamanan ketika kulit mereka saling bersentuhan. Sungguh sosok yang selalu hadir dalam mimpinya dan membuat Lindsey menyerah kalah. Setelah puas mengamati wajah Darrel, Lindsey turun dari ranjang dan mencari piyama untuk menutupi ketelanjangannya. Hampir setia

