EXTRA PART : 23

1749 Kata

Kevan melangkah menuju teras rumahnya dengan tidak bersemangat. Dan melihat Akmal sedang duduk-duduk sendiri di teras membuatnya mendengus malas. Ia sedang tidak ingin menghibur siapapun. Apalagi orang patah hati. Dirinya saja tidak ada yang menghibur. "Ngapain loe?!". Tanya Kevan malas. "Duduk!" Jawab Akmal dengan nada yang sama. Kevan menatap lekat pada sepupu sekaligus sahabat nya. Mereka sebenarnya beda dua tahun, tapi karena terlalu dekat sehingga jarak umur itu tidak ada. Ia pun mendekat dan ikut duduk di samping Akmal setelah meraih minuman soda di samping Akmal. Keduanya sama-sama diam. Menatap langit malam yang gelap. Bahkan bintang aja engga untuk menghibur dua cowok yang tengah patah hati. Krek Pintu gerbang rumahnya terbuka, seorang pria lain masuk. Itu Rafan. Anak dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN