"Kamu beneran mukul Fauzan?". Baim yang duduk di depan Papanya sambil menunduk dalam mengangguk jujur. "Karena ?". "Dia udah kurang ajar sama Cinta" jawabnya masih sambil menunduk. "Aku gak terima dia nyium Cinta, maksa Cinta". Jelas Baim. Afdhal dan Daffa, Om nya Shani mengehela napas beratnya. Kemudian mengulum senyum kecil. "Papa udah kerumah sakit, kamu hampir membunuh nya. Tau kamu?" Kata Afdhal dengan nada tegas tapi tidak ada amarah. Baim tidak menjawab, hanya menunduk tidak berani menatap Papanya sama sekali. Ia masih sangat mengingatnya. Bagaimana ia menghajar Fauzan habis-habisan. Lalu ucapan Cinta yang telak menghabisi nya. Dan kejadian silam kembali merasuki nya. Membuatnya benar-benar takut dan juga bersalah. Hingga dadanya bergetar. "Baim" panggil Daffa lembut menyen

