Nai membuka pintu kamar matanya mencari sosok benda yang di rindukannya. "Guling." Pekik Nai. Nai segera masuk dan berbaring di kasur di atas sana ia memeluk guling baunya dan mencium berkali- kali. "Uh guling Nai... hmm hmm." Nai memeluk gulingnya erat dan bergoyang ke kanan dan kekiri. Sekarang kalian ambil guling lalu perhatikan di bagian ujung guling yang biasa ada talinya di tempat situ terdapat seribu satu bau yang menurut Nai adalah kenikmatan haqiqi. Jangan bayangin jika guling itu masih bagus justru usang dan warna sarungnya sudah pudar terlebih lagi tempat tali yang biasa untuk mengeluarkan guling sudah robek. Jika di hitung- hitung guling Nai sudah setahun tidak di cuci. Jika di cuci ia akan menangis dan tidak menegur Key. Key keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk

