"Sri, kita rujuk saja!" "Apa?" Sri sampai melebarkan matanya tak percaya dengan pendengarannya sendiri. "Setelah aku pikir, demi Nadhira, alangkah lebih baik kita mengalah, kita rujuk saja, kita besarkan anak kita bersama-sama. Aku sudah memaafkanmu." "Memaafkan saya? Jadi Mas menganggap saya yang salah di masa lalu? Apa Mas lupa kesalahan Mas?" "Aku bukannya berniat mengatakan begitu." "Kenapa, Mas? Apa Mas mau menjadikan saya seperti ban serap lagi? Maaf! Saya tidak mau rujuk." "Sri," "Sebentar, Mas. Bos menelpon saya." *** Tiga hari kemudian Wanita cantik itu membuka kacamatanya. Mobil Alphard miliknya berhasil masuk ke gang sempit yang dipenuhi pemukiman padat penduduk. Ibu-ibu yang sedang kumpul-kumpul tampak berbisik-bisik. "Siapa lagi itu yang datang? Janda gatal, aku li

