Dua Puluh Lima

1201 Kata

Kedua mata Edward membesar ketika dia menerima pesan singkat dari Fred. Kedua matanya tak bisa berpaling dari foto yang baru saja dikirim oleh pria itu. Geraman lolos dari mulutnya disusul tangannya yang terkepal kuat. Sialan! makinya dalam hati. Cepat-cepat dia menekan tombol berwarna hijau. Butuh beberapa detik sebelum akhirnya terdengar jawaban dari seberang sana. "Apa maksudmu dengan mengirimiku gambar ini?" geram Edward. "Hadiah untukmu." "Sayangnya hadiahmu tidak berguna untukku," jawab Edward dingin. "Kalau begitu kenapa kamu menghubungiku sepagi ini? Ingin mengucapkan terima kasih atau kesal karena bukan dirimu yang berada di sini?" "Diam kau, Frederick! Aku harap kamu tidak menyentuhnya sedikit pun atau..." "Atau apa?" "Atau namamu akan terukir di pintu rumah sakit!" an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN