Tiga Puluh Tiga

951 Kata

Mae mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Bahkan ia sempat menggosoknya untuk memastikan apakah ini mimpi atau kenyataan. Dan ketika ia berhasil mencubit pipinya keras-keras yang membuatnya harus menahan rasa sakit. Secepat kilat Mae mengecek tubuhnya dan bersyukur jika pakaiannya masih utuh. Begitu juga dengan Edward yang tampak pulas dengan kemeja putihnya yang terbuka pada bagian atas. Sehingga menampilkan dadanya yang bidang. Tanpa sadar Mae tenggelam menikmati wajah pria yang dirindukannya. Hingga ketika kedua kelopak mata itu terbuka, Mae langsung membuang wajahnya dan bangkit dari posisinya. Ia mencari jaket dan tas miliknya yang mendadak lupa diletakan di mana. "Mae?" Adalah kata pertama yang keluar dari bibir Edward. "Apa yang terjadi? Dan bagaimana kamu bisa berada di sini?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN