Athes melangkah keluar dari ruang meeting dan mengalihkan arlojinya—waktu menunjukan pukul lima sore. Dia mengembuskan napas kasar. Dia begitu malas jika hari sudah sore. Itu artinya dia harus segera pulang dan bertemu dengan Valerie. Sedangkan dirinya dia sudah lelah dengan Valerie yang selalu ada disekitarnya. Bisa saja Athes tinggal di apartemen pribadinya, tapi jika Valerie masih berada di Roma pasti akan sulit. Dia tidak ingin Valerie mendatangi perusahaan, hingga membuat masalah. “Tuan Athes.” Henrik menyapa seraya menghampiri Athes yang hendak menuju ruang kerja Tuannya itu. “Ada apa?” tanya Athes dingin. “Tuan, ada hal yang ingin saya sampaikan.” “Ada apa, Henrik? Cepat katakan jangan berputar-putar.” “Tuan, di dalam ruang kerja anda ada Tuan Besar Aaron yang sejak tadi m

