Pelupuk mata Miranda bergerak. Perlahan Miranda mulai membuka matanya. Dia sedikit memijat pelipisnya kala merasakan sedikit pusing. Miranda merintih ketika perut bagian bawahnya merasa sedikit sakit. Tubuhnya seolah remuk. Hingga saat Miranda menatap sekelilingnya, dia berada di sebuah ruangan putih dengan aroma obat, rumah sakit. Raut wajah Miranda berubah kala menyadari dirinya memang berada di sebuah ruang VVIP rumah sakit. “Kau sudah sadar?” Darren berdiri di ambang pintu, menatap Miranda yang sudah membuka mata. Dengan wajah yang begitu dingin, Darren melangkah mendekat ke arah adiknya itu. “Ka Darren? Kau di sini?” Wajah Miranda berubah menjadi pucat kala melihat Darren berdiri di hadapannya. Darren menggangguk singkat dan menjawab, “Kau tadi pingsan. Aku membawamu ke rumah sak

