“Helen… Ka Darren…. Aku titip Audrey. Hari ini aku harus meeting dnegan direktur Maxton Group,” ujar Miranda seraya melirik arlojinya. Ya, perayaan hari ayah di sekolah Audrey hingga detik ini masih belum juga berakhir. Tidak mungkin Miranda harus menunggu sampai selesai pasalnya dia memiliki janji bertemu dengan direktur perwarkilan Maxton Group. Sekarang saja dia sudah datang terlambat. “Pergilah. Nanti kami yang akan menjaga Audrey, Miranda,” ujar Helen. “Miranda.” Darren menepuk pelan bahu sang adik. “Kau tidak perlu mencemaskan Audrey. Kami akan menjaganya dengan baik.” Miranda tersenyum. “Terima kasih banyak. Aku benar-benar berhutang pada kalian.” “Miranda, apa kau ingin aku antar?” tanya Marco menawarkan diri. “Jangan, Marco. Nanti Audrey bertanya kau ke mana. Lebih baik

