Bab 19 – Salah Paham

1853 Kata

Athes merenggangkan dasi yang mengikat lehernya. Dia menggulung kemejanya. Sesaat dia memijat pelan pelipisnya. Ya, seharian ini banyaknya meeting membuatnya dia benar-benar lelah. Bahkan dia sampai tidak memberi kabar pada Miranda karena begitu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. “Tuan Athes.” Henrik, assistant Athes melangkah masuk ke dalam ruang kerja Athes. “Ada apa?” tanya Athes dingin. “Tuan Ben tadi menghubungi anda, tapi karena ponsel anda tidak aktif, akhirnya dia menhubungi saya, Tuan,” jawab Henrik memberitahu. Athes membuang napas kasar. “Apa yang dia katakan?” “Malam ini Tuan Ben mengadakan pesta di Qube night club. Dia meminta anda untuk datang, Tuan,” ujar Henrik melaporkan pesan Ben, sahabat Athes yang menghubunginya itu. “Aku tidak bisa datang,” Athes me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN