Bab 27 – Ungkapan Hati

1868 Kata

“A-Athes?” Miranda tampak begitu terkejut melihat Athes yang kini mendekat ke arahnya. Iris mata peraknya, menatap raut wajah Athes yang tampak menahan amarah yang telah tersulut dalam dirinya. Bahkan Miranda melihat jelas geraman tertahan Athes. Miranda hanya menghela napas panjang melihat wajah kekasihnya itu. Ya, Miranda yakin Athes akan salah paham padanya. “Tuan Athes?” Marco menyapa kala Athes tiba di hadapannya. Athes hanya mengangguk singkat saat Marco menyapa dirinya. “Tuan Marco, apa yang membawamu ke sini? Apa kau memiliki janji makan siang bersama dengan Nona Miranda?” Dia berkata dengan formal, menambahkan kata ‘Nona.’ Meski dirinya dipenuhi dengan api kemarahan. Namun, Athes tetap berusaha untuk tidak menunjukannya. Karena memang Marco tidak mengetahui hubungannya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN