29.

590 Kata

Pintu rumah kembali di ketuk, bu Nina sudah bersiap-siap untuk membukanya dengan sapu di tangannya siap untuk menimpuk sih pengetuk pintu. Cklek... "Arfaan!" pekik bu Nina kaget. Untung saja bu Nina belum sempat melayangkan pukulan sapunya. kalau sudah, maka bisa di pastikan wajah Arfaan bonyok. "Selamat pagi ibu." sapa Arfaan mengulurkan tangannya mengambil tangan kanan bu Nina. Mencium punggung tangan wanita itu, hati bu Nina sedikit tersentuh karena sikap sopan Arfaan. "Ibu ngapain bawa sapu?" tanya Arfaan menunjuk ke arah sapu yang di pegang bu Nina. "Ah ini, tadi buat nimpuk kamu__eh," bu Nina keceplosan. Arfaan mengerutkan keningnya bingung. untuk menimpuk dirinya? menggunakan sapu? "Maksudnya ini tadi ibu habis nyapu, eh malah ke bawa juga." kekeh bu Nina beralasan. "Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN