Bab 159. Satu Amin Dua Iman

2246 Kata

Sampai rumah Ruth yang kliyengan langsung naik ke kamarnya. Masih ada beberapa jam, jadi dia ingin tidur dulu. Zelda sempat ke kamarnya mengantar makan malam dan obat, tapi ternyata Ruth sudah tidur. Badannya masih panas, jadi dia menempel plester penurun demam di kening. Bukan hanya Zelda. Titan yang kamarnya bersebelahan, juga sempat mengetuk pintu. Hanya saja karena tidak ada sahutan dari dalam sana, jadi dia tidak berani masuk. Bukan dia tidak peduli. Membuat Ruth kehujanan sampai menggigil kedinginan dan sekarang meriang, Titan pun merasa tidak enak hati. Masalahnya dia itu tipe pria kaku yang tidak pandai menunjukkan perasaannya. Ditambah muka lempeng dan mulut pedasnya, makin mendukung image menyebalkan yang selalu bikin Ruth meradang. Pukul delapan Zelda kembali menjenguk ke kama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN