Sumpah! Jantung Ruth rasanya mau mencelat keluar, saat tiba-tiba ada yang datang. Dia pikir itu pacarnya Titan. Makanya seketika ngeblank. Blingsatan panik, kalau sampai ketahuan dia dan Titan sedang gelut saling tindih. Yang benar saja! Kan nggak lucu kalau dia sampai didamprat dan dijambak perempuan lain, hanya gara-gara dikira selingkuhannya Titan. Untung saja bukan pacar si mulut petasan. Tapi, tetap saja sial. Belum sempat dia turun dari atas tubuh Titan, malah pria sinting itu menariknya hingga terjungkal belakang. Titan terkapar di lantai. Kakinya masih nangkring di sofa yang terguling. Lebih memalukan lagi, dirinya tengkurap ngangkang di atas perut Titan. Ruth meringis sikunya menghantam lantai. Tidak apa, setidaknya karena tersangga siku jadi bibir mereka tidak nyosor kayak dulu

