Elang menunggu sampai istrinya tertidur, baru keluar dari kamar ke sebelah. Max dan Ezra sudah menunggu di sana, untuk berangkat ke gudang. Para sepupunya yang lain juga kumpul di situ semua. Makanya kamar rawat Langit seperti tempat nobar. Itu yang membuat Zelda jengkel bukan main. Tidak ada yang jaga apanya?! Dari tadi kamarnya saja tidak pernah sepi. Yang menjenguk datang silih berganti. Mana pasiennya juga keranjingan lagi, manjanya tidak ketulungan. Dia merasa diperbudak. Apa-apa, Zel! Sebentar-sebentar, Zel lagi! Kalau tahu begini, tadi dia ogah mengiyakan permintaan istri si setan tua. Menghampiri sahabatnya yang sedang menyuapi Langit puding buah, Elang mendapat tatapan mendelik Zelda. Yakin, seterusnya dia juga jadi sasaran amukan. Mana dia tahu, kalau niatnya minta tolong mengga

