16

1036 Kata

"Holly, ayo bangun. Orang tuamu pasti menunggu kita menjemputnya," ucap Tobey seraya membangunkan Holly.   Tangannya terus mengusap rambut dan pipi gadis itu sehingga gadis di dalam selimut itu terus mengeratkan genggamannya pada selimut.   Bertanda tidak ingin beranjak.   Tobey menghela panjang. Sejak kejadian kemarin, Tobey harus lebih berhati-hati sekarang. Ia tahu, Holly masih marah padanya.   Makanya sejak kejadian itu, Tobey memberi jarak karena ia tahu keadaan Holly yang masih belum menerima semuanya.   "Kau mau membiarkan mereka kedinginan di luar sana, hm?" Tobey bertanya pelan. Lagi, tangannya mencoba meraih tangan Holly. "Mereka menunggumu, Holly."   "Aku tidak mau. Kau saja yang menjemput mereka."   Tobey jadi terdiam. Matanya terus mengamati selimut yang menutupi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN