Yera membuka salah satu pintu kamar dengan warna hitam, dan menampakan suasana netral didalamnya. Coklat s**u dan biru donker. Yera membawa Holly masuk kedalam kamar dengan rangkulannya. Mereka kemudian duduk diatas ranjang yang berwarna coklat tua. Gadis itu menatap sekeliling kamar dengan mata yang membulat. "Maaf jika kami memberi warna yang gelap. Sebenarnya ini usul Tobey. Dia bilang kau menyukai warna gelap, jadi Ibu dan Ayah yang memberi warna ini." Holly menoleh, menatap Yera yang menatapnya sembari tersenyum lembut, "terima kasih banyak. Aku menyukai ini, i...bu," lalu merunduk membuat Yera kembali mengangkat dagu Holly. "Jangan ragu untuk memanggilku Ibu. Aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri." Ucap Yera yang masih tersenyum. Gadis mungil itu menganggu

