"Jadi sejak kapan kau berhenti bekerja di Chleonata Bar? Aku tak pernah ke sana lagi setelah kau tak ada," kata Sebastian sambil duduk di samping Lara. "Seminggu yang lalu. Dan aku tak percaya kalau kau datang ke Chleonata Bar hanya untuk melihatku. Ada puluhan wanita cantik di sana dan aku cuma pelayan. Kau tak akan bisa membohongiku, Sebastian," kata Lara. "Siapa bilang aku berbohong?" "Karena kau sama sekali tak masuk akal." Sebastian tersenyum, muncul lesung kecil di pipinya. "Kau tak sadar betapa menariknya dirimu, ya?" Lara hanya tersenyum kecil. Tak menanggapi perkataan Sebastian. Dari pertama kali bertemu, Lara sudah tak nyaman dengan laki-laki itu. Laki-laki itu menggodanya terang-terangan. Terus memujinya padahal Lara tahu dirinya tak semenarik atau secantik itu. "Rupanya k

