“Pagi Kak!” sapa Ara ketika masuk ke dalam ruangan Ryan. Ryan tampak sedang duduk sendiri di sofa panjang seraya memainkan tabletnya. Ia sontak mendongakkan kepalanya menatap orang yang baru saja datang, menyunggingkan senyumnya. “Hei, pagi Ara! Silakan duduk.” “Makasih Kak,” Ara mengambil duduk di salah satu sofa kosong. Ryan meletakkan tabletnya ke atas meja, menyilangkan kakinya lalu menatap Ara dengan serius. “Bagaimana kabarmu?” “Aku sudah baik-baik saja Kak. Bagaimana denganmu sendiri Kak?” “Aku juga baik. Kamu ke sini sama Jenny dan Devan?” “Iya Kak. Oya katanya kamu mau membahas tentang kerjaan?” “Iya, aku ingin membahas jadwal untukmu selama beberapa hari ke depan.” Ryan kembali meraih tabletnya. “Ada beberapa tawaran untukmu yang kebanyakan pemotretan. Mulai besok k

