Arman merasa sangat terhina. Namun dia terpaksa melakukan itu. Perusahaan itu sangat berarti untuknya. "Papa. Aku dengar kamu mempermalukan dirimu sendiri di perusahaan Rafi? Apa Papa tidak bisa melepaskan perusahaan ini?" Tanya Reyna tiba-tiba datang dan marah. "Tidak masalah, Sayang. Setelah ini Papa akan memastikan kalau perusahaan ini akan kembali." Kata Arman. "Papa, tolong lepaskan semuanya. Kita pergi dari sini dan kita mulai bersama dari nol. Asal Papa tahu saja, aku sudah tidak menginginkan Rafi lagi." Kata Reyna dengan sendunya. "Maaf, Sayang. Untuk apa kita memulai dari nol kalau kita bisa langsung ke atas." Kata Arman. "Aku beri dua pilihan, Pa. Menyerah dan melepaskan semua ini dan pergi bersamaku." Kata Reyna. "Kenapa kamu memberikan pilihan yang sulit, Sayang?" Tanya A

