Sinar matahari sore yang mulai meredup menerobos masuk melalui celah gorden sutra di apartemen mewah itu, menciptakan garis-garis emas yang menari di atas lantai marmer. Namun, kehangatan cahaya itu tidak mampu mencairkan suasana kamar yang terasa hening dan kaku. Sienna duduk bersandar di kepala ranjang yang megah, memangku laptop milik Malik yang mulai terasa panas di kulit pahanya. Jemarinya menari lincah di atas keyboard, sesekali matanya menyipit, fokus menatap deretan email dari Renata dan MJ mengenai jadwal pemotretan terbarunya yang padat. Di tengah hiruk-pikuk dunia mode yang menuntut kesempurnaan, Sienna mencoba mencari pelarian. "Mommy ...." Suara kecil yang halus itu memecah keheningan, membawa Sienna kembali ke realita. Di ambang pintu yang terbuka lebar, berdiri sosok mung

