Malam pun tiba, pukul 7 aku menunggu Bastian menjemputku. Ya sesuai perintah pak Bambang tadi siang, hari ini kami harus mengerjakan tugas kami ke bisokop. Akhirnya Bastian pun tiba dan kamipun segera menuju ke bioskop. Sepanjang jalan hingga duduk di kursi bioksop kulihat Bastian yang terus saja senyum-senyum sendiri. Entah kenapa. Aku merasakan Bastian mulai tertular penyakit gilaku. Hingga akhirnya, saat film mulai diputar, seketika badanku menjadi mematung dan wajahku pucat seketika. Bagaimana tidak, Bastian memesan tiket film Horor!!!. Anak ini benar-benar jahat. Pantas saja sejak dijalan tadi dia terus tersenyum. Dia kan tau betul aku anak yang penakut kalau menonton film horor. Aku melirik ke arahnya sambil menutupi wajahku dari layar yang sedang menampilkan banyak setan itu. “Ba

