Tanpa berfikir panjang, aku menghambur memeluknya dengan erat. “Bas, kamu gaboleh ninggalin aku sekarang Bas” Seruku dengan rasa takut. Bastian melepaskan pelukanku. Dia menggenggam kedua tanganku. Dia tersenyum dengan hangat kepadaku. Dia menaruh kedua tanganku yang di genggamnya itu ke dadanya. Aku menatapnya dengan heran sambil terus menangis. “Kamu rasain jantung aku Ra." Bisikknya padaku. "Kamu rasain hati aku” Aku benar benar tidak menerti apa yang sebenarnya ingin di sampaikan Bastian kepadaku. “Kenapa? jantung kamu sakit ya? Apa kamu punya penyakit hati?” tanyaku dengan cemas padanya. Aku mencoba menebak apa maksud dari Bastian saat itu. Bastian malah tersenyum kepadaku. “Iya, Hati aku sakit Ra. Jantung aku ga karuan lagi.” jawab Bastian padaku. “ Bas tapi kamu gaboleh nin

