Sesampainya di rumah, aku sibuk tertawa sendiri sambil memegangi jaket yang diberikan Bastian padaku itu. Aku merasakan bahwa perjuanganku selama ini mulai membuahkan hasil padaku. Meskipun membutuhkan waktu yang benar-benar lama dan perjuangan yang luar biasa, namun itu semua tidak menjadi beban untukku dikarenakan itu adalah kemauan hatiku yang membuatku tidak pernah menyesal sekalipun berjuang dan menyukai seorang Bastian. “ Non, makan malam dulu non” panggil Bi Inah dari arah ruang makan. “Iya Bi, mandi dulu” jawabku sambil setengah berteriak agar Bi Inah bisa mendengarku. Aku meletakkan jaket yang diberikan Bastian padaku ke dalam lemari. Mencucinya? Aku tak pernah berfikir untuk mencuci jaket yang berisi aroma tubuh Bastian itu. Sama sekali tidak terfikir untuk mencucinya. Akupun

