BAB 14 : Cahaya dan Jembatan Hati

1056 Kata

Seminggu setelah perbaikan jembatan selesai, desa mengadakan Tablig Akbar sebagai bentuk syukur dan doa bersama. Acara ini diselenggarakan di lapangan utama, dihiasi dengan lampu-lampu yang bersinar redup dan dipenuhi lantunan shalawat yang khusyuk. Dara hadir bersama Ibu dan Adnan. Ayah, meskipun masih dalam masa pemulihan, merasa cukup kuat untuk duduk di teras rumah dan mendengarkan suara acara dari jauh. Dara mengenakan busana muslim yang sopan, merasakan kedamaian yang mendalam di tengah kebersamaan warga desa. Penceramah utama malam itu adalah seorang pemuda yang baru-baru ini menjadi perbincangan, Ustadz Haris. Ia dikenal karena ceramahnya yang santun namun mendalam, menghubungkan ajaran agama dengan isu-isu kontemporer. Ustadz Haris berbicara tentang pentingnya ukhuwah (persaudar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN