BAB 4 : Kenangan yang Dipilih

1187 Kata

Setelah insiden kedatangan Tante Rina, Ayah tampak lebih tenang, meskipun kelelahan. Tapi dampaknya jelas: kemarahan yang dipicu oleh ancaman terhadap rumahnya berhasil menariknya keluar dari kabut sesaat. Dara dan Ibu menyadari bahwa sandiwara mereka bukan sekadar hiburan, melainkan terapi emosional. Mereka mulai lebih sering membaca buku harian Ayah, mencari tahu momen-momen yang paling emosional—entah itu momen kebahagiaan, atau bahkan momen marah. Suatu malam, Dara menemukan entri yang sangat pendek, ditulis dua tahun lalu: Hari ini Ibumu membelikanku jam tangan baru. Aku tidak suka warna talinya yang kuning mencolok. Aku ingin marah, tapi aku takut ia tahu aku sudah melupakan yang lama. "Bu," bisik Dara, menunjukkan entri itu kepada Ibu saat mereka berdua duduk di ruang tamu setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN