37. Pelangi Dan Hujan

1534 Kata

'Jadilah hujan yang tetesannya selalu jatuh ketika bumi menangis, dan jangan jadi pelangi yang hanya indah namun datangnya hanya sesaat.' *  *  * Rintik hujan menyapa langit sore mendung yang berawan sedikit gelap, terulur sebuah tangan yang ingin merasakan dingin dan sejuknya air hujan yang membasahi telapak tangan. Ia menengadahkan wajahnya, melihat bertetes-tetes hujan yang turun dari langit. Hingga sebuah suara membuyarkan kesenangannya ketika menikmati hujan. "Ara." "Hmm." "Ara." Akhirnya ia menoleh menatap laki-laki yang tengah duduk disalah satu sofa balkon. "Sini." Laki-laki itu menepuk sofa disampingnya. "Gak mau ah Pak, saya mau lihat hujan." Tolaknya sambil kembali menikmati hujan. "Dosa loh gak ma-.." "Iya deh iya." Ica langsung memotong ucapan Gus Faris karena ia tau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN