'Rasa ini meskipun tak mungkin bisa terhapus, namun harus terhapus sedikit demi sedikit.' * * * Uluran tangan dari salah seorang laki-laki membuat Ica mendongakkan wajahnya, terlihat Adenta yang tengah tersenyum kearahnya. Ica membalas uluran tangan itu dengan senyum manis yang mengembang dibibir tipisnya. "Selamat ya Nissa sayang, semoga samawa ya. Padahal Kakak berniat ngelamar kamu loh, tapi udah keduluan orang lain aja." Adenta melirik sejenak kearah laki-laki yang berada disamping Ica yang tengah memasang wajah datarnya, ia tersenyum sekilas lalu balik menyalami laki-laki itu. "Selamat ya semoga samawa, jagain loh Nissa. Kalau sampai lo apa-apain dia lo berurusan sama gue, dan gue gak akan segan-segan ngambil Nissa dari lo." Laki-laki yang tak lain adalah Gus Faris balas mengul

