Perlahan Razor menghentikan kecupannya saat ia merasakan tarikan pada jasnya. "Aku tidak bisa membawamu sekarang," ujarnya sambil menatap wajah Alexa. Mata wanita muda itu tengah terpejam, napasnya terengah seolah Alexa baru saja melakukan lari cepat memutari halaman kampus barunya. Namun yang membuatnya lebih senang, adalah rona merah yang tampak di kedua pipi Alexa. Kini, Razor yakin jika gairahnya sama sekali tidak bermasalah. Hanya saja, gairah itu sudah tidak bisa lagi ia salurkan pada wanita lain. Seakan ia telah terjerat pada madu manis yang ditawarkan Alexa padanya. Seakan ... ia adalah lebah pejantan yang terperangkap di tengah-tengah putik bunga pemakan serangga. Sial, ini sama sekali tidak termasuk di dalam rencananya untuk menaklukan Arnold Wilson. "Kapan kau ada waktu?" ta

