Setelah beberapa hari dirawat secara intensif di rumah sakit, akhirnya Carina diizinkan untuk pulang. Awalnya wanita itu ingin kembali ke rumah orang tuanya, tetapi Renata melarang keras. Bukan tidak memahami kondisi putrinya yang sedang berduka, Renata ingin Carina belajar menyikapi masalah yang dialaminya dengan lebih dewasa. Sudah cukup rasanya melihat Carina mendiamkan dan seolah menyalahkan Calvin atas kejadian yang tak mungkin terelakkan ini. “Kok kesitu? Kamar kita diatas, Sayang,” tegur Calvin saat melihat istriny menuju kamar tamu di lantai satu. Pemuda yang masih menenteng tas berisi pakaian kotor itu segera menyusul Carina dan hendak ikut masuk, namun langkahnya terhenti saat pintu kayu berwarna putih itu ditutup dengan keras dari dalam. “Astaghfirullah,” ujar Calvin seraya m

