“Siapa kamu?” Tanya Calvin dengan tajam. Carina yang ada disampingnya juga ikut berhenti dan memperhatikan pemuda yang baru pertama kali mereka lihat tersebut. Kondisi lelah membuatnya malas berbasa-basi atau bahkan sekedar menganggukkan kepala untuk memberikan sapaan pada orang yang ditemuinya. Ia hanya terus menggamit lengan Calvin dan menatap datar pada pemuda itu. “Kenalin, gua Roni,” jawab pemuda yang mengaku bernama Roni tersebut. “Roni siapa? Gue gak punya kenalan namanya Roni. Gimana lo bisa ada di rumah gue?” Selidik Calvin sambil memicingkan mata dan membuat Roni salah tingkah. Ia bahkan sudah menanggalkan sapaan sopannya karena sang lawan bicara sudah lebih dulu berbicara dengan santai. “Kalian masih capek, ‘kan? Gimana kalau ngobrolnya nanti aja setelah lo lebih seger?” Taw

