“Jangan kasarin Carin, kami khilaf,” ujar Roni dengan wajah polosnya dan tanpa raut bersalah sedikit pun. Ia juga masih terduduk di tempatnya dan kesulitan berdiri akibat kakinya yang cedera. “Kang Supri! Mbak Asih!” Teriakan Calvin terdengar menggelegar membuat siapa pun akan berjengkit kaget. Belum pernah sebelumnya pemuda itu tampak semarah ini. Namun istimewanya, sikap Calvin masih begitu terkontrol meskipun hatinya telah meradang. Siapa saja pasti akan sangat marah memergoki pasangannya berada dalam posisi yang begitu tabu seperti yang dilihatnya tadi. “Iya, Den. Ada apa?” Tanya Supri serta Asih bersamaan setelah berjalan tergopoh memasuki area dapur. “Mbak Asih tolong bersihin kekacauan ini dan Kang Supri tolong bantuin dia ke kamarnya! Jangan sampai ada yang keluar dari rumah i

