Bab: 34. Maaf.

1460 Kata

Malam itu, pukul 02.40, Elena terlelap dalam tidur yang rapuh. Tubuhnya baru saja pulih, jiwanya belum. Sunyi kamar hanya diisi dengus napas pelan hingga rasa asing menyusup perlahan. Sesuatu melingkar di pinggangnya. Hangat. Berat. Terlalu nyata untuk sekadar mimpi. Elena menggeliat refleks, jantungnya berdegup kencang. Namun lengan itu justru mengerat, menahannya dengan kekuatan yang tak menyakitkan hanya memastikan ia tak menjauh. “Siapa?” tanyanya panik, suara kecilnya bergetar dalam gelap. “Ssst …” Suara itu rendah. Lelah. Dan anehnya lembut. “Tidurlah. Maaf aku mengusik tidurmu.” Elena membeku. Damian. Nama itu bergaung di kepalanya, membawa serta sejuta luka yang belum sembuh. Namun satu kata barusan membuatnya tertegun lebih dari sentuhan itu sendiri. Maaf. Sejak kapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN