Bab: 27. Darah Cemburu

1156 Kata

Damian terbangun tepat pukul sembilan pagi. Tubuhnya masih berada di ruang kerja, tertidur dalam posisi duduk dengan kepala tergeletak di atas meja. Lehernya terasa kaku saat ia mengangkat kepala, lalu merentangkan kedua tangan, mencoba merenggangkan otot-otot yang menegang semalaman. Ia terdiam. Pandangan matanya tertuju pada jendela besar di hadapannya. Cahaya pagi menembus kaca, hangat namun terasa asing. Tatapannya kosong, seolah pikirannya masih tertinggal di malam sebelumnya. Namun detik berikutnya, tubuhnya menegang. Elena. Ingatan itu menghantamnya tanpa ampun gudang tua, pintu besi yang tertutup rapat, kegelapan, dan Elena yang ditinggalkan dalam keadaan perut kosong, tanpa air, tanpa siapa pun. “Astaga…” desahnya pelan. Damian bangkit begitu cepat hingga kursinya bergese

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN