Alena terus berlari dengan ketakutan. Sosok itu masih saja mengejarnya. Hingga akhirnya ia terjatuh dan tidak sanggup untuk berdiri lagi karena kakinya benar-benar sakit. Alena mulai menangis ketakutan. Sosok itupun mendekat ke Alena lalu membuka tudungnya. Alena menyipitkan matanya berusaha melihat jelas wajahnya. "Reihan?" betapa kagetnya Alena melihat wajah Reihan di hadapannya. Ternyata perasaannya benar saat mendengar suara Reihan tempo hari tidak asing di telinganya. Ya, suara itu sama persis dengan stalker yang pernah menguntitnya hingga ke apartment saat dipergoki oleh Dave. "Kenapa kamu selalu takut kalau aku ikutin? Aku kan cuma jagain kamu dari kejauhan supaya kamu ngga kenapa-kenapa" ucap Reihan membelai pipi Alena. Alena menepis tangan Reihan. Sosok

