Bab 62

1897 Kata

Najma menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Dia mengambil bantal dan berteriak di sana. Dia bingung harus bagaimana sekarang. Papanya terlilit utang dan dia merusakkan mobil Ibrahim. Bagaimana cara dia akan membayarnya?   Bunyi deringan telepon mengalihkan fokus Najma. Dia mengambil hpnya dan menatap si penelepon yang ternyata Wira.   “Sayang, kamu enggak apa-apakan?” Terdengar suara Wira yang penuh kekhawatiran.   “Iya aku enggak apa-apa.”   “Kata Viona kamu kecelakaan? Apa gara-gara aku telepon?”   “Enggak kok, kalau pas kamu telepon, harusnya kamu tahu dong kejadiannya.” Najma tidak mungkin akan menyalahkan Wira. Jangan sampai Wira tahu jika dia sampai menabrak mobil Ibrahim karena dia yang kesusahan memasukkan hpnya setelah menelepon Wira. Wira pasti akan merasa bersal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN