Bab 55

1623 Kata

Di bawah pohon rindang di samping perpustakaan, Najma menyandarkan kepalanya di atas tas yang dia letakkan di atas meja. Baru setengah hari, Najma sudah merasa lelah karena Ibrahim yang benar-benar menyebalkan. Ibrahim seakan sudah sadar akan powernya sebagai dosen yang bisa melakukan apa saja.   “Curut!” Suara nyaring dan tepukan di bahunya membuat Najma terlonjak kaget.   “Viooo… lo bener-bener minta dibunuh ya? Gue udah dikagetin sama Endru, sekarang malah sama lo juga!” katanya tak terima. Hari ini jantung Najma benar-benar tengah diuji. Bagaimana jika dia serangan jantung karena dikageti terus-menerus?   “Ya maaf, guekan enggak tau.” Viona nyengir.   Najma memutar bola matanya bosan. Dia sudah sangat kesal hari ini dan jangan sampai dia melampiaskan emosinya pada Viona.   “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN